You’re not alone pt.2

Baca lebih lanjut

Iklan

[Perspektif] I’ve A Reasonable Answer

Sinkronisasi antara gerak detik jam dan jantung yang berdegup nyaris tak bisa—bahkan tak bisa sama sekali. Impuls saraf bergerak dari hypothalamus menuju medula adrenal sehingga epinephrine disekresikan yang menyebabkan peningkatan laju detak jantung.  Sudah duapuluh tujuh setengah menit sejak inisiasi pengeluaran epinephrine dan di penghujung dua setengeh menit ini peningkatan laju detak jantung sudah mencapai titik maksimal. It’s going to explode.

Layar komputer di bilik tiga belas warung internet samping Jalan Kemerdekaan hanya menampilkan laman yang sama sejak awal computer log in. Laman tersebut sangat sederhana—tidak ada hiasan-hiasan mencolok atau iklan-iklan aneh—hanya memiliki dua kalimat yang  tampak keramat. Kalimat pertama menyapa ramah, “Selamat datang”. Kalimat kedua—ini kalimat yang paling keramat—dengan nada perintah, “Masukkan nomor seleksi yang tertera pada kartu peserta ujian” kemudian ada kolom kosong di bawah kalimat tersebut.

Baca lebih lanjut

Another Point of View about Reply 1988

88-Reply_1988-p2

Annyeonghaseo, gue kembali lagi menulis, kali ini gue bakal menulis opini gue tentang drama Korea yang membuat gue agak susah move on selama dua minggu! Dua minggu, pal! щ(ಠ益ಠщ) Drama apa lagi yang buat—mungkin—beberapa penontonnya susah move on kalau bukan Reply 1988 aigoo ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ

Baca lebih lanjut

Wake Up Early

wake-up-early-1-

wake-up-early-2-edit

wake-up-early-3-edit

wake-up-early-4-edit

 

Wake Up Early.

Sebuah kisah yang gue tulis ketika ikut salah satu acara BEM jurusan saat kuliah dulu. Acaranya tentang latihan rapat, biasalah… belajar jadi organisator hehehe.. Eh, tapi belajar rapat penting lho, bagian dari soft skill, jadi buat pembaca mahasiswa yang kebetulan mampir di blog ini, gue sarankan untuk ikut acara BEM atau himpunan yang ada di kampus. Gak akan rugi kok. Itu sumbernya gue 🙂

Kembali ke Wake Up Early, ini komik awalnya hanya doodle ketika ada waktu senggang untuk menggambar. Kemudian gue cukup terkesan, “ih, bagus juga gambar gue hihihi,” /pede/ dan… gue melanjutkan menggambar 🙂

Ceritanya dari keseharian kehidupan kuliah gue di semester awal, biasalah mahasiswa baru yang baru aja lulus dari SMA, yang biasa jarak sekolah bisa ditempuh dengan berjalan kaki, kini ke kampus harus menempuh 1 jam perjalanan plus mengantri di jalan–macet. In other words, gue telat.

Dan… kisah ini adalah kejadian nyata setiap kamis pagi (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) (╥﹏╥) kuliah Matematika Dasar pukul 7. Seorang gue tiba di kelas pukul 7.30 What the **** are you doing?

Mohon maaf, Pak. Gak ada maksud tertentu saya datang telat terus di kuliah yang Bapak ampu. Hanya saja jadwal di rumah cukup padat.

Alibi.

.

.

.

.

.

.

Well, good luck on your study!

.

.

Hidup Mahasiswa!