Of Tomorrow, Earth, and Yorktown

untitled-1

Tentu kondisi Bumi masa kini dan masa lalu tampak sangat berbeda. Well, di masa lalu Bumi berupa daratan Pangea kemudian terpisah menjadi Laurasia dan Gondwana akibat meteor yang menghantam Bumi. Adanya pergeseran lempeng Bumi yang menyebabkan gempa dan gunung meletus, serta terjadinya glasiasi merupakan penyebab terpisahnya Laurasia dan Gondwana menjadi benua-benua yang menjadi tampak Bumi masa kini. Topografi Bumi yang berubah, namun kelompok taksonomi makhluk hidup yang tinggal di dalamnya tetap sama; mikroba, tumbuhan, hewan, dan manusia (meski muncul belakangan).

Membahas tentang tempat tinggal makhluk hidup tak terlepas dari proses-proses yang terjadi di dalam ekosistem pun proses yang terjadi secara menyeluruh dalam biosfer—sebagai hierarki tertinggi tingkatan organisasi di alam. Di dalam proses ekosistem tersebut terjadi interaksi; pendauran materi, aliran energi, serta suksesi yang bekerja sama dalam menopang berlangsungnya fungsi habitat di daratan, akuatik, dan lahan basah. Interaksi proses ekosistem tersebut melibatkan komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (iklim, air, cahaya, nutrien, dsb) yang menjadi struktur utama ekosistem. Adanya interaksi antara komponen dan proses ekosistem sehingga biosfer masih layak menjadi penopang kelangsungan makhluk hidup.

Masih agak terkait dengan bahasan notula kongko ilmiah bersama sahabatku beberapa waktu lalu, tak ada yang tahu pasti bagaimana ‘in the future’ kelak. Ini bukan tentang singkong, tapi tentang Bumi dan bagaimana Bumi beserta makhluknya bisa hidup ‘in the future’. Tulisanku ini terinspirasi setelah menonton film fiksi ilmiah yang futuristik, Star Trek: Beyond. Awalnya ku menonton film ini pun karena Pak Profesor membahas tentang Exobiology—kajian mengenai kehidupan ekstraterestrial—kemudian menyebut Komandan Spock. Awalnya ku pikir kehidupan ekstraterestrial yang menyangkut Exobiology adalah film Star Wars, namun nyatanya tidak demikian. Aku lebih dulu menonton seri film Star Wars yang kemudian ku ketahui film tersebut berkisah tentang pertarungan luar angkasa akibat permasalahan ekonomi antargalaksi yang melibatkan sebuah keluarga dan koleganya sebagai orang-orang penting pada pertarungan tersebut. Setelah ku menonton Star Trek, ku baru menyadari bahwa Star Trek ini memiliki tujuan yang sama dengan Exobiology, yaitu studi mengenai kehidupan di alam semesta—khususnya kehidupan ekstraterestrial. Itulah alasan U.S.S Enterprise menjelajah angkasa dalam jangka waktu tiap lima tahun.

Baca lebih lanjut

Iklan