Bukan Sekadar Fangirl

Berbicara tentang fangirl, di masa milenial ini sepertinya fangirl lebih dikenal sebagai sebutan untuk para remaja putri yang mengidolakan artis K-POP. Memang di tahun 2018 ini, aku sering melihat info-info tentang K-POP masuk ke dalam infotainment saluran tv swasta di Indonesia. Sebenarnya Korean-wave udah masuk ke Indonesia sejak lama, seingatku awal meledak ke khalayak sekitar tahun 2012 ketika Super Junior konser di Indonesia. Aku sendiri tahu K-drama dan K-pop dengan lebih detail saat awal masuk kuliah, tahun 2009. Sebelum tahun tersebut, aku udah pernah nonton drama, tapi ya selewat dan hanya menikmati ceritanya. Diriku gak sampai kepo tentang siapa pemerannya dan tahun berapa dia lahir hehehe. Menurut pengamatanku, di tahun 2018 ini K-wave merambah dunia kuliner, kosmetik, dan properti. Apa yang menyebabkan K-wave jadi populer? Secara tak langsung semua itu berawal dari penggemar yang menyebarkan info, berita, atau gosip mengenai aktor/cowok idola tampan dan aktris/idola cantik  yang mereka sukai. Awalnya khalayak yang belum kenal merasa hal itu aneh, gak jelas, dan mungkin mengganggu, tapi kenalannya tersebut merekomendasikan barang yang diiklankan oleh idola tersebut yang ternyata memang barangnya oke. Jadilah, khalayak yang belum tahu mulai cari info yang kemudian membuatnya jatuh ke dalam gelombang Korea… hanya sebatas di dunia hiburan saja ya, masalah eko-sos-pol, jangan!

Baca lebih lanjut

Iklan

Let’s learn from garden: Meet the Cassava!

Halo. Untuk melepas kerinduan menulis di diari maya ini, ku persembahkan sebuah pengetahuan dari kebun tempat ku menanam singkong ^_^

Sebenarnya, ini masalah aku kepo atau gak. Karena aku belum kepo-in, maka dari itu saat aku mengetahuinya, hal ini jadi pengetahuan baru buatku hihi.

Suatu siang ke sore, saat ku sedang mengamati pemandangan kebun, ku menemukan suatu yang lain dari singkong yang tumbuh di kebun. Biasanya yang sering ditemui itu adalah daun-daunnya yang lebat serta batangnya yang menjulang. Siang itu ku menemukan rupa bunga dan buah singkong (Manihot esculenta Crantz).

Baca lebih lanjut

Of Tomorrow, Earth, and Yorktown

untitled-1

Tentu kondisi Bumi masa kini dan masa lalu tampak sangat berbeda. Well, di masa lalu Bumi berupa daratan Pangea kemudian terpisah menjadi Laurasia dan Gondwana akibat meteor yang menghantam Bumi. Adanya pergeseran lempeng Bumi yang menyebabkan gempa dan gunung meletus, serta terjadinya glasiasi merupakan penyebab terpisahnya Laurasia dan Gondwana menjadi benua-benua yang menjadi tampak Bumi masa kini. Topografi Bumi yang berubah, namun kelompok taksonomi makhluk hidup yang tinggal di dalamnya tetap sama; mikroba, tumbuhan, hewan, dan manusia (meski muncul belakangan).

Membahas tentang tempat tinggal makhluk hidup tak terlepas dari proses-proses yang terjadi di dalam ekosistem pun proses yang terjadi secara menyeluruh dalam biosfer—sebagai hierarki tertinggi tingkatan organisasi di alam. Di dalam proses ekosistem tersebut terjadi interaksi; pendauran materi, aliran energi, serta suksesi yang bekerja sama dalam menopang berlangsungnya fungsi habitat di daratan, akuatik, dan lahan basah. Interaksi proses ekosistem tersebut melibatkan komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (iklim, air, cahaya, nutrien, dsb) yang menjadi struktur utama ekosistem. Adanya interaksi antara komponen dan proses ekosistem sehingga biosfer masih layak menjadi penopang kelangsungan makhluk hidup.

Masih agak terkait dengan bahasan notula kongko ilmiah bersama sahabatku beberapa waktu lalu, tak ada yang tahu pasti bagaimana ‘in the future’ kelak. Ini bukan tentang singkong, tapi tentang Bumi dan bagaimana Bumi beserta makhluknya bisa hidup ‘in the future’. Tulisanku ini terinspirasi setelah menonton film fiksi ilmiah yang futuristik, Star Trek: Beyond. Awalnya ku menonton film ini pun karena Pak Profesor membahas tentang Exobiology—kajian mengenai kehidupan ekstraterestrial—kemudian menyebut Komandan Spock. Awalnya ku pikir kehidupan ekstraterestrial yang menyangkut Exobiology adalah film Star Wars, namun nyatanya tidak demikian. Aku lebih dulu menonton seri film Star Wars yang kemudian ku ketahui film tersebut berkisah tentang pertarungan luar angkasa akibat permasalahan ekonomi antargalaksi yang melibatkan sebuah keluarga dan koleganya sebagai orang-orang penting pada pertarungan tersebut. Setelah ku menonton Star Trek, ku baru menyadari bahwa Star Trek ini memiliki tujuan yang sama dengan Exobiology, yaitu studi mengenai kehidupan di alam semesta—khususnya kehidupan ekstraterestrial. Itulah alasan U.S.S Enterprise menjelajah angkasa dalam jangka waktu tiap lima tahun.

Baca lebih lanjut

Library > Playlist > Reply 1988

Ssangmundong Big Family

Euforia Reply 1988 sungguh luar biasa keren O(≧∇≦)OO(≧∇≦)OO(≧∇≦)O Ceritanya sungguh kece, terutama—jujur—membawa gue kembali ke masa yang menurut gue penuh kenangan, masa dimana  gue tumbuh dengan riang, well, masa awal gue memulai kehidupan (◡‿◡✿)

Sungguh tak tergantikan jadi bagian generasi 90an awal. Jadi, ya, efek-efek tahun 80an-nya masih kerasa gitu, meski anginnya doang. Haha. Terbukti dengan ngeh-nya gue saat mendengar lagu-lagu barat yang turut bernyanyi di Reply 1988. Tak terbantah bahwa lagu-lagu itulah yang membuat gue merasa dekat dan familier dengan  latar Reply 1988, yang berhasil membawa gue bernostalgia dan mengingat masa-masa menyenangkan di tahun 90an (◡‿◡✿)

Nothings gonna change my love for you (George Benson), adalah lagu pertama yang sungguh familier saat didengar, terutama scene di Reply 1988 menggambarkan cewek-cewek SMA Sangmun sedang perjalan trip dalam bis, sambil nyanyi lagu Nothings gonna change my love for you, tapi suara paling keras dan pede hanya pas bagian reff-nya doang hahhaa.. Merasa jadi salah satu dari mereka hihihii. Baca lebih lanjut

Another Point of View about Reply 1988

88-Reply_1988-p2

Annyeonghaseo, gue kembali lagi menulis, kali ini gue bakal menulis opini gue tentang drama Korea yang membuat gue agak susah move on selama dua minggu! Dua minggu, pal! щ(ಠ益ಠщ) Drama apa lagi yang buat—mungkin—beberapa penontonnya susah move on kalau bukan Reply 1988 aigoo ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ

Baca lebih lanjut

Recommended Shoujo Manga Season 2 (part B)

Hallooooo~

Long time no see guys (*≧▽≦)

Thank you banget buat readers yang sudah berkunjung, ngasih review, atau sekadar menyapa di Recommended Shoujo Manga season 1 maupun season 2 part A. Sebenarnya part B ini ingin diterbitkan akhir Desember 2015 lalu, tapi ya apa daya hayati sedang mengerjakan tulisan lain. Soalnya buat review manga itu cukup panjang hehehe, apalagi kalau manga yang di-review itu banyaaaak Zz-___-

Seluruh info tentang manga yang gue review gak hanya dari mangaonline, beberapa di antaranya ada yang gue dapat setelah membeli komiknya. Jadi, ketika readers semua menemukan manga tersebut di toko buku, jangan lupa beli ya. Asik lho tar manga-nya jadi milik sendiri. Itu sumbernya gue (^▽^) Let’s support for our beloved mangakas~! Semoga para mangaka yang sudah membuat karya yang luar biasa kece mendapat penghargaan atas karya-karyanya yang sungguh kece. Aamiin. Pada review kali ini, gue juga bakal open house komik-komik apa aja yang gue koleksi hehehehee (*≧▽≦)ノシ)) (*≧▽≦)ノシ))

Baiklah, gue lanjut aja Recommended Shoujo Manga season 2 part B ini. Gue informasikan ulang bahwa di part B ini gue bakal bahas manga yang jumlah tankubuon-nya hanya maksimal 2 jilid.

Baca lebih lanjut