Let’s learn from garden: Meet the Cassava!

Halo. Untuk melepas kerinduan menulis di diari maya ini, ku persembahkan sebuah pengetahuan dari kebun tempat ku menanam singkong ^_^

Sebenarnya, ini masalah aku kepo atau gak. Karena aku belum kepo-in, maka dari itu saat aku mengetahuinya, hal ini jadi pengetahuan baru buatku hihi.

Suatu siang ke sore, saat ku sedang mengamati pemandangan kebun, ku menemukan suatu yang lain dari singkong yang tumbuh di kebun. Biasanya yang sering ditemui itu adalah daun-daunnya yang lebat serta batangnya yang menjulang. Siang itu ku menemukan rupa bunga dan buah singkong (Manihot esculenta Crantz).

Singkong adalah tanaman dari keluarga Euphorbiaceae. Tanaman yang diambil umbi akarnya sebagai alternatif bahan pangan. Fungsi lain dari umbi akar singkong bisa dijadikan bahan baku pakan, serat, juga biofuel. Daunnya juga dapat dimakan, tapi aku belum pernah mencobanya. Umbi akarnya bisa jadi peuyeum atau singkong keju ^_^

Ini tampak umum tanaman singkong. Lamina daunnya memiliki lima sampai tujuh lobus. Bahkan saat awal pertumbuhan daun, daunnya memiliki hingga sembilan lobus. Tanaman singkong ini memang bisa beradaptasi di berbagai kondisi tanah dan klimatik. Seperti lirik lagu Koes Plus, “Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Hm, tongkat kayu yang dimaksud mungkin saja singkong. Penanaman tanaman singkong umumnya menggunakan cara stek, yaitu batang tua yang dipotong sekitar 15 cm kemudian ditanam di tanah. Beberapa waktu kemudian muncullah daun pertama tanaman singkong.

Saat sudah memasuki waktu berbunga, bunga dapat tumbuh di bagian pucuk. Singkong memiliki bunga jantan dan bunga betina pada cabang yang berbeda. Bunga tidak memiliki calyx atau corolla, tapi memiliki struktur yang disebut perigonium.

Bunga jantan tanaman singkong.

Buah tanaman singkong. Buahnya berbentuk globular, setiap lokus berisi satu keping biji.

Karena tanaman singkong umumnya ditanam secara stek, akar yang tumbuh dari stek tersebut berupa akar serabut. Akar serabut yang tumbuh dari dasar tempat pemotongan batang disebut basal root atau fibrous roots karena akarnya berbentuk akar serabut. Akar yang disebut sebagai umbi akar singkong adalah nodal root, akar yang berkembang dari pertumbuhan tunas aksilar stek yang tertanam di dalam akar. Selanjutnya, xilem sekunder berkembang kemudian bakal terbentuk umbi. Umbi singkong terdiri dari tiga jaringan: periderm, korteks, dan parenkim xilem. Pada parenkim xilem ini tersimpan zat tepung sebagai cadangan makanan singkong sekaligus sumber karbohidrat.

Suatu pengalaman berharga aku bisa bertani menanam singkong. Bekerja sebagai petani itu suatu pekerjaan besar yang tak bisa disepelekan. Jadwal kerjanya sama seperti pekerjaan lain, malah petani kerja lebih pagi dan pulang lebih sore. Bedanya, waktu istirahat siangnya lebih lama karena terik matahari saat pukul 11.00-13.00 sangatlah menyengat :’) Ku ucapkan terima kasih untuk para petani yang telah bekerja keras memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia sehingga kebutuhan beras, palawija, sayur, dan buah Indonesia dapat terpenuhi.

Kelak, ketika aku memiliki sebidang tanah, aku pun akan menanam tanaman. Banyak hal yang dapat dipelajari dari berkebun. Mulai dari pemilihan pupuk, bagaimana merawat tanaman, berkenalan dengan hama dan bagaimana cara membasminya, berkenalan dengan hewan-hewan yang mungkin melintas di kebun hingga ujung dari menanam adalah mendapatkan hasil panen :’) Selain untuk mendapatkan hasil panen, menanam juga merupakan suatu self-healing yang membuat dirimu dapat memandang suatu hal dengan lebih luas dan membuatmu lebih bersyukur atas segala rahmat dan berkah yang Allah SWT berikan pada diri kita selama ini.

 

Mari menanam tanaman~!

^__^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s