You’re not alone pt.2

Baca lebih lanjut

You’re Not Alone

Pagi ini gue makan bubur di perempatan Ramdhan. Memang pengin sarapan bubur  sekalian menukar uang biar jadi pecahan kecil buat ongkos Damri. Karena ingin mengejar berangkat ke Jatinangor maksimal pukul 8 (bahkan kalau bisa berangkat sebelum jam 8), gue memutuskan naik angkot. Tarif angkotnya dua ribu. Gak apa-apalah (padahal waktu zaman SMP-SMA benar-benar berpikir gak worth banget naik angkot ke tempat yang sama dengan tarif dua ribu).

Daaan… OMG DAMRI! Gue masih di dalam angkot 23 di daerah zebra cross depan Patung Ikan dan Damri lewat di depan mata! ASDFGHJKL! Baca lebih lanjut

#20SEVENTEEN

c1bn6cdveaiucze

“Another day, another life, I wanna live it to the fullest.”

Setuju!

“You can do everything. As long as you go on believing that it’ll come true, you’ll find your anything.”

Itu benar! Tipeku banget :’)

 

 

 

 

 

GOOD LUCK!

 

 

 

 

 

 

 

Lirik oleh ONE OK ROCK

Of Tomorrow, Earth, and Yorktown

untitled-1

Tentu kondisi Bumi masa kini dan masa lalu tampak sangat berbeda. Well, di masa lalu Bumi berupa daratan Pangea kemudian terpisah menjadi Laurasia dan Gondwana akibat meteor yang menghantam Bumi. Adanya pergeseran lempeng Bumi yang menyebabkan gempa dan gunung meletus, serta terjadinya glasiasi merupakan penyebab terpisahnya Laurasia dan Gondwana menjadi benua-benua yang menjadi tampak Bumi masa kini. Topografi Bumi yang berubah, namun kelompok taksonomi makhluk hidup yang tinggal di dalamnya tetap sama; mikroba, tumbuhan, hewan, dan manusia (meski muncul belakangan).

Membahas tentang tempat tinggal makhluk hidup tak terlepas dari proses-proses yang terjadi di dalam ekosistem pun proses yang terjadi secara menyeluruh dalam biosfer—sebagai hierarki tertinggi tingkatan organisasi di alam. Di dalam proses ekosistem tersebut terjadi interaksi; pendauran materi, aliran energi, serta suksesi yang bekerja sama dalam menopang berlangsungnya fungsi habitat di daratan, akuatik, dan lahan basah. Interaksi proses ekosistem tersebut melibatkan komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (iklim, air, cahaya, nutrien, dsb) yang menjadi struktur utama ekosistem. Adanya interaksi antara komponen dan proses ekosistem sehingga biosfer masih layak menjadi penopang kelangsungan makhluk hidup.

Masih agak terkait dengan bahasan notula kongko ilmiah bersama sahabatku beberapa waktu lalu, tak ada yang tahu pasti bagaimana ‘in the future’ kelak. Ini bukan tentang singkong, tapi tentang Bumi dan bagaimana Bumi beserta makhluknya bisa hidup ‘in the future’. Tulisanku ini terinspirasi setelah menonton film fiksi ilmiah yang futuristik, Star Trek: Beyond. Awalnya ku menonton film ini pun karena Pak Profesor membahas tentang Exobiology—kajian mengenai kehidupan ekstraterestrial—kemudian menyebut Komandan Spock. Awalnya ku pikir kehidupan ekstraterestrial yang menyangkut Exobiology adalah film Star Wars, namun nyatanya tidak demikian. Aku lebih dulu menonton seri film Star Wars yang kemudian ku ketahui film tersebut berkisah tentang pertarungan luar angkasa akibat permasalahan ekonomi antargalaksi yang melibatkan sebuah keluarga dan koleganya sebagai orang-orang penting pada pertarungan tersebut. Setelah ku menonton Star Trek, ku baru menyadari bahwa Star Trek ini memiliki tujuan yang sama dengan Exobiology, yaitu studi mengenai kehidupan di alam semesta—khususnya kehidupan ekstraterestrial. Itulah alasan U.S.S Enterprise menjelajah angkasa dalam jangka waktu tiap lima tahun.

Baca lebih lanjut

Suatu Kongko Ilmiah

Suatu sore ku mendapat sms dari nomor yang samar ku kenal. Saat itu kartu nomorku berada dalam modem yang sedang on sehingga pengirim sms tanpa nama, hanya berupa nomor. Beberapa nomor ku kenal karena sering berkirim pesan, sisanya terkadang ku pura-pura akrab padahal dalam hati menerka-nerka siapa si pengirim sms. Nah, sms yang ku dapat sore itu berisi sapaan kabar dan ajakan untuk kongko saat akhir pekan. Setelah mengamati nomor pengirim dengan saksama, ku yakin betul bahwa pengirim pesan tersebut adalah sahabatku yang sudah cukup lama kami tak bersua karena aktivitas pekerjaan. Sampai deal waktu dan tempat kongko sebenarnya ku masih menerka apakah pengirim pesan tersebut sama seperti yang kupikir atau bukan. Pada akhirnya ku kembalikan kartu nomor ke telepon seluler kemudian mengecek pemilik nomor si pengirim pesan. Ternyata, tebakanku benar. Pemilik nomor tersebut adalah sahabat yang ku maksud dalam pikiranku. It’s been a long time and I‘m glad to see my dearest friends.

Baca lebih lanjut